Adopsi Inovasi dalam Penyuluhan

Adopsi Inovasi dalam Penyuluhan
Inovasi adalah gagasan, tindakan atau barang yang dianggap baru oleh seseorang. Tidak menjadi soal, sejauh dihubungkan dengan tingkah laku manusia, apakah ide itu betul-betul baru atau tidak jika diukur dengan selang waktu sejak digunakannya atau dikemukakannya pertama kali. Kebaruan inovasi itu diukur secara subyektif, menurut pandangan individu yang menangkapnya. Jika sesuatu ide dianggap baru oleh seseorang maka ia adalah inovasi. 'Baru' dalm ide yang inovatif tidak berarti harus baru sama sekali. Suatu inovasi mungmin telah lama diketahui oleh seseorang beberapa waktu yang lalu tetapi ia belum mengembangkan sikap suka atau tidak suka terhadapnya, apakah ia menerima atau menolaknya (Rogers dan Shoemaker, 1987).

Adopsi inovasi mengandung pengertian yang kompleks dan dinamis. Hal ini disebabkan karena proses adopsi inovasi sebenarny adalah menyangkut proses pengambilan keputusan, dimana dalm hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Rogers dan Shoemaker (1971) memberikan defenisi tentang proses pengambilan keputusan untuk melakukan adopsi inovasi sebagai berikut:

'..... the mental process of an innovation to a decision to adopt or reject and to confirmation of this decision...'

Tahapan Adopsi Inovasi

Rogers (1971) membagi proses adopsi menjadi 5 tahapan, sebagai berikut:
1. Tahapan kesadaran (awareness)
2. Tahap manuh minat (interest)
3. Tahap evaluasi (evaluation)
4. Tahap mencoba (trial)
5. Tahap adopsi (adoption)
Posting Komentar